#Rio+20: Pembangunan Berkelanjutan Bukan Pertumbuhan Ekonomi

Kemiskinan adalah tantangan terbesar pembangunan berkelanjutan (foto: wisnuku.blogspot.com)

Salah-satu temuan menarik dalam survey masyarakat sipil tentang persepsi CSO tentang Rio+20 adalah tidak ada satupun responder yang mengatakan bahwa pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Dari jawaban-jawaban yang disajikan, tidak ada satu pun yang memilih pertumbuhan ekonomi sebagai pengertian yang paling relevan dengan pembangunan berkelanjutan.

Para responder justru memilih untuk mengasosiasikan pembangunan berkelanjutan sebagai “terpeliharanya lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati” yang mendapat vote 38%, dan “terdapatnya situasi di mana setiap manusia memiliki kemerdekaan untuk memberikan kontribusi dan menerima manfaat-manfaat” yang mendapatkan vote 23%.

Temuan ini setidaknya mengonfirmasi pendapat yang berkembang di kalangan CSO, bahwa pertumbuhan ekonomi tidak lagi bisa dijadikan indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Sebaliknya, keberhasilan pembangunan justru tampak dari keberhasilan sebuah pemerintahan dalam “memelihara lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati” dan memberikan kemerdekaan kepada seluruh warga negara untuk berkontribusi dan menerima manfaat-manfaat pembangunan.

Meski terdapat kritik yang cukup kuat terhadap konsepsi pertumbuhan ekonomi, namun pemerintah-pemerintah di dunia masih menggunakan konsepsi tersebut dalam dokumen-dokumen pembangunan. Pemerintah Indonesia misalnya, menetapkan istilah “pro-growth”, lebih dulu dari “pro-poor”, dan “pro-job”. Kini ditambahi dengan “pro-green”, pada saat mewabahnya gagasan tentang adaptasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Kritik utama atas konsep “growth” (pertumbuhan ekonomi) terletak pada adanya reduksi terhadap makna pembangunan, yang semata-mata diukur dari pertumbuhan grafik-grafik ekonomi.

Padahal, pembangunan, sebagaimana ditekankan dalam Deklarasi Hak atas Pembangunan, sesungguhnya bermakna “proses ekonomi, sosial, budaya dan politik yang komprehensif, yang bertujuan untuk melakukan peningkatan yang konstan atas kesejahteraan seluruh penduduk dan semua individu atas dasar partisipasi mereka yang aktif, bebas dan bermakna dalam pembangunan dan dalam distribusi adil dari hasil keuntungan darinya”.