#Rio+20: Korupsi, Penghambat Utama Pembangunan Berkelanjutan

Monas untuk menggantung koruptor?

Jakarta, Yakkum. Beberapa waktu lalu, Yakkum menyelenggarakan sebuah survey secara online ke mitra-mitra jaringan secara nasional. Survey ini ditujukan untuk menjaring pendapat rekan-rekan CSO tentang KTT Rio+20 yang akan diselenggarakan Juni 2012 ini. Salah-satu temuan menarik adalah mayoritas teman-teman CSO menganggap korupsi menjadi penghambat utama pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pendapat ini mengemuka setelah kami meminta rekan-rekan CSO untuk menyebutkan tiga masalah yang paling menghambat pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Ketiga masalah yang paling mendapatkan sorotan adalah korupsi (77%), kemiskinan dan kelaparan (62%), dan ancaman bencana dan kerusakan lingkungan (46%). Dengan demikian, bisa ditarik asumsi bahwa masalah tata-kelola pemerintahan yang bersih, minimnya akses kalangan rentan terhadap pembangunan, dan penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran atau perubahan iklim menjadi masalah-masalah yang paling mendapatkan sorotan dari rekan-rekan CSO.

Sejalan dengan temuan masalah di atas, perang terhadap korupsi, kemudian penataan sistem produksi pangan, dan peningkatan resiliensi masyarakat atas ancaman bencana menjadi tiga prioritas kebijakan yang diusulkan rekan-rekan CSO. Perang terhadap korupsi mendapatkan dukungan 69% responder, sementara penataan sistem produksi pangan didukung 46% responder, dan peningkatan resiliensi masyarakat juga didukung oleh 46%.

Image

Salah-satu yang temuan unik adalah adanya 38% dukungan untuk penghentian kekerasan dan perang sebagai prioritas kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan. Hal ini seolah memperlihatkan bahwa di mata rekan-rekan CSO, pembangunan berkelanjutan memang tidak-semata-mata masalah lingkungan, melainkan juga masalah sosial dan politik. Kekerasan dan perang jelas sekali akan mengurangi hak dari generasi yang akan datang untuk menghirup suasana perdamaian yang barangkali sebagian diantaranya tengah kita nikmati saat ini.

Bobot yang paling besar mendapatkan perhatian dalam rancangan deklarasi pembangunan berkelanjutan atau “zero draft” adalah pilar lingkungan. Dari total responder, 54% menyatakan bahwa “zero draft” lebih banyak bicara tentang pilar lingkungan, sementara pilar sosial dan pilar ekonomi masing-masing dinyatakan oleh 23% responder. Responder juga meyakini bahwa zero draft bisa memberikan jawaban atas tantangan-tantangan di masa depan. Pendapat ini didukung 62% responder, sementara yang tidak yakin hanya 38%.

Image

Image

KTT Rio+20 akan diselenggarakan pada 20-22 Juni 2012 yang akan datang. KTT ini memegang arti penting dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan berkelanjutan. Pertemuan ini disebut-sebut akan menjadi tonggak awal perumusan kerangka kerja pembangunan global pasca MDGs 2015.

Lihat hasil survey disini