Ratusan Lansia Peringati Hari Kesehatan Sedunia 2012

Surakarta. Ratusan kelompok lanjut usia dari berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2012. Peringatan ini menyambut seruan WHO yang mengangkat tema “aging and health” sebagai tema umum Peringatan Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada Sabtu, 7 April 2012.

Menurut rencana, kegiatan ini akan diselenggarakan di Purwodadi (Kabupaten Grobogan), Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Klampok (Purwareja, Kabupaten Banjarnegara), Purwokerto (Kabupaten Banyumas), Purworejo, Parakan (Kabupaten Temanggung), Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang. Seluruh kegiatan tersebut akan diikuti lebih dari 1000 orang anggota kelompok kesehatan lansia.

Menurut Sigit Wijayanta, dari Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), yang bertindak sebagai pendamping kelompok-kelompok lansia, selain akan menggelar senam kebugaran lansia, para lansia yang turut serta dalam kegiatan ini, akan berkesempatan berdialog dengan pejabat pemerintah tingkat kabupaten/kota setempat. Kegiatan-kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lansia, sekaligus mendialogkan kepentingan-kepentingan lansia kepada pejabat pemerintah terkait.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, yang dimaksud dengan lansia adalah setiap orang yang berusia lebih dari 60 tahun. UU No. 13 tahun 1998 membagi lansia dalam dua kategori, yakni lansia potensial dan lansia tidak potensial. UU No. 13 tahun 1998 telah diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Kesejahteraan Lanjut Usia.

UU No. 13 tahun 1998 dan PP no. 43 tahun 2004, secara umum telah sejalan dengan seruan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tentang pentingnya pendekatan multisektor untuk memenuhi hak-hak lansia. Pemenuhan hak-hak tersebut, sedianya diwujudkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang afirmatif (memihak) kepada hak dan martabat lansia.

Kebijakan tersebut tidak hanya mencakup masalah kesehatan, melainkan berbagai sektor dalam kehidupan masyarakat, seperti pelayanan transportasi, administrasi kependudukan, lapangan kerja bagi lansia yang masih produktif, jaminan sosial, perlindungan hukum, dan lain-lain. Bahkan, WHO sendiri telah memiliki pedoman tentang “kota ramah lansia” (age-friendly cities).

Hanya saja, kesadaran pemerintah kota/kabupaten untuk memperhatikan kesejahteraan lansia masih belum merata. Saat ini, baru Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki Peraturan Daerah yang khusus mengatur masalah pemenuhan hak-hak lansia. Di lingkungan Provinsi Jawa Tengah, baru pemerintah Kota Surakarta yang memasukkan rancangan peraturan daerah tentang lansia dalam program legislasi daerah 2012.

Sigit Wijayanta menambahkan, penyelenggaraan kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Sedunia bersama kelompok-kelompok lansia ini diharapkan bisa memantik diskusi-diskusi yang lebih terarah pada tingkat kabupaten dan kota tentang bagaimana menjadikan setiap kota atau kabupaten menjadi kota yang ramah lansia.

“Sebab, bagaimana pun, kita semua akan menjadi lansia,” tandas Sigit.***