Dari Busan, Durban, hingga Rio

Bayang-bayang krisis ekonomi sepertinya masih terlihat kuat dalam kancah perundingan mengenai pembangunan pada tingkat global. Para pemimpin dunia masih berupaya mencari resep memulihkan krisis ekonomi yang paling relevan dengan sistem ekonomi pasar yang saat ini masih saja mengalami berbagai guncangan hebat.

Bayangan ini setidaknya terlihat dari hasil Forum Tingkat Tinggi ke-4 di Busan, Korea Selatan tentang Efektivitas Bantuan yang dikenal dengan “Busan HLF4” dan Konferensi Para Pihak ke-17 (COP 17) tentang Perubahan Iklim di Durban, Afrika Selatan. Hasil-hasil Busan HLF4 dan COP 17 inilah yang sepertinya akan menentukan seperti apa wajah kesepakatan dan kompromi yang akan diraih pada pertemuan Rio+20 yang akan diselenggarakan di Rio de Jeniero pada 20-22 Juni 2012 yang akan datang.

Tentu saja kita bertanya-tanya tentang apa benang merah yang menghubungkan pertemuan-pertemuan global tersebut? Apa kira-kira implikasi yang akan terjadi? Dan seperti apa langkah yang perlu kita lakukan sebagai masyarakat, khususnya organisasi masyarakat sipil dalam menyikapi perkembangan wacana pembangunan di masa yang akan datang.

Untuk itu, kami berupaya memberikan ulasan tentang pertemuan-pertemuan tersebut, disertai dengan analisis terhadap proses dan hasil, dengan harapan dapat memberikan gambaran ringkas tentang arah politik pembangunan global di masa yang akan datang. Ulasan ini dimaksudkan sebagai input untuk diskusi yang harapannya bisa bergulir dan menghasilkan poin-poin tindakan yang perlu dilakukan bersama dalam ranah advokasi kebijakan pembangunan global.

Semoga teman-teman berkenan menyimak tulisan terlampir di sini.

Lebih lanjut, klik Dari Busan, Durban, hingga Rio