Prinsip-Prinsip Istanbul

Prinsip-prinsip Istanbul tentang Efektivitas Pembangunan Organisasi Masyarakat Sipil

Organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations, CSO) merupakan pencapaian penting dalam kehidupan demokrasi negara-negara di seluruh dunia. CSO berkolaborasi dengan orang-orang dengan keragaman berbeda dan mempromosikan hak-hak mereka. Karakteristik penting dari OMS sebagai aktor pembangunan yang berbeda—bahwa mereka adalah sukarela, beragam, non-partisan, otonom, non-kekerasan, bekerja dan berkolaborasi untuk perubahan—merupakan dasar bagi prinsip-prinsip Istanbul untuk efektivitas pembangunan OMS. Prinsip-prinsip tersebut menjadi panduan dalam pekerjaan dan praktek organisasi masyarakat sipil dalam situasi damai maupun konflik, di berbagai wilayah kerja dari akar rumput hingga advokasi kebijakan, dan dalam kontinum dari keadaan darurat kemanusiaan hingga pembangunan jangka panjang.

1. Menghormati dan mempromosikan hak asasi manusia dan keadilan sosial
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … mengembangkan dan menerapkan strategi, kegiatan dan praktek yang mempromosikan hak-hak asasi individu dan kolektif, termasuk hak untuk pembangunan, dengan martabat, pekerjaan yang layak, keadilan sosial dan kesetaraan bagi semua orang.

2. Mewujudkan kesetaraan gender dan keadilan ketika mempromosikan hak-hak perempuan.
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … mempromosikan dan menjalankan kerja sama pembangunan dalam mewujudkan kesetaraan gender, merefleksikan keprihatinan dan pengalaman perempuan, sementara juga mendukung upaya-upaya perempuan untuk mewujudkan hak-hak individu dan kolektif mereka, berpartisipasi sebagai aktor yang diberdayakan sepenuhnya dalam proses pembangunan.

3. Fokus pada pemberdayaan masyarakat, kepemilikan demokratis dan partisipasi
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … mendukung pemberdayaan dan partisipasi inklusif dari masyarakat untuk memperluas kepemilikan demokratis mereka atas kebijakan dan inisiatif pembangunan yang mempengaruhi kehidupan mereka, dengan penekanan pada kaum miskin dan terpinggirkan.

4. Mempromosikan Kelestarian Lingkungan
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … mengembangkan dan melaksanakan prioritas dan pendekatan yang mempromosikan kelestarian lingkungan untuk generasi sekarang dan mendatang, termasuk tindakan mendesak untuk krisis iklim, dengan perhatian khusus terhadap kondisi sosial-ekonomi, budaya dan adat untuk integritas ekologi dan keadilan.

5. Praktek transparansi dan akuntabilitas
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … menunjukkan komitmen organisasi berkelanjutan untuk transparansi, akuntabilitas ganda, dan integritas dalam operasi internal mereka.

6. Mengejar kemitraan yang adil dan solidaritas
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … berkomitmen untuk hubungan yang transparan dengan OMS dan aktor pembangunan lainnya, bebas dan sejajar, berdasarkan tujuan-tujuan pembangunan dan nilai-nilai bersama, saling menghormati, kepercayaan, otonomi organisasi, pendampingan jangka panjang, solidaritas dan kewarganegaraan global .

7. Membuat dan berbagi pengetahuan dan berkomitmen untuk saling belajar
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … meningkatkan cara mereka belajar dari pengalaman, dari OMS dan aktor pembangunan lainnya, mengumpulkan bukti dari praktek dan hasil-hasil pembangunan, termasuk pengetahuan dan kearifan masyarakat lokal, penguatan inovasi dan visi untuk masa depan yang mereka inginkan.

8. Berkomitmen untuk mewujudkan perubahan positif yang berkelanjutan
OMS efektif sebagai aktor pembangunan ketika mereka … berkolaborasi untuk mewujudkan hasil dan dampak yang berkelanjutan dari tindakan pembangunan mereka, berfokus pada hasil dan kondisi untuk perubahan berkelanjutan bagi masyarakat, dengan penekanan khusus pada masyarakat miskin dan terpinggirkan, menjamin warisan abadi untuk generasi sekarang dan mendatang.

Dipandu oleh prinsip-prinsip Istanbul ini, OMS berkomitmen untuk mengambil tindakan pro-aktif untuk meningkatkan dan bertanggung jawab penuh atas praktek pembangunan mereka. Sama pentingnya akan memungkinkan kebijakan dan praktek oleh semua aktor. Melalui tindakan yang konsisten dengan prinsip-prinsip ini, donor dan mitra pemerintah negara menunjukkan perjanjian Agenda Aksi Accra di mana mereka “berbagi kepentingan dalam memastikan bahwa kontribusi OMS terhadap pembangunan mencapai potensi penuh”. Semua pemerintah memiliki kewajiban untuk menegakkan hak asasi manusia – antara lain hak untuk berserikat, hak untuk berkumpul, dan kebebasan berekspresi. Semuanya merupakan prasyarat bagi pembangunan yang efektif.

Istanbul, Turki
29 September 2010