Kisah Ibu Robin Membantu Ibu Melahirkan

Robin Lim, CNN Heroes 2011, bidan asal AS yang mengabdi di Bali.

VIVAnews- Bidan asal Amerika yang hidup di Bali, Robin Lim telah mendapat gelar pahlawan dari stasiun televisi internasional CNN bergelar “2011 CNN Hero of the Year”. Robin Lim yang lebih dikenal Ibu Robin itu sesungguhnya tak pernah mengira dirinya mendapat dukungan terbanyak dalam ajang itu.

Ibu Robin merupakan pendiri Yayasan Bumi Sehat, yang fokus membantu persalinan, pada 1995 di Bali. Ia juga membuka Bumi Sehat di Aceh pasca bencana tsunami.

Robin Lim yang ditemui di perayaan ulang tahun pertama Atamerica hari ini menyatakan ia merasa prihatin atas kenyataan masih banyak ibu yang meninggal saat melahirkan.

“Tahun lalu sebanyak 981 ibu meninggal saat melahirkan. Itu jumlah yang banyak. Kita harus kerja bersama agar ibu dan bayi bisa hidup,” ujarnya di Pacific Place, Jakarta, Sabtu 14 Januari 2012.

Menurutnya kasus itu terjadi kebanyakan pada masyarakat kurang mampu. Menurut Robin, wanita hamil sangat membutuhkan asupan gizi yang baik untuk menunjang kesahatan dirinya sendiri dan bayi yang dikandungnya.

“Kondisi ibu hamil di masyarakat miskin di mana-mana pasti susah. Karena kalau gizi ibu kurang, pasti bayi susah tumbuh di dalam kandungan. Selain itu waktu melahirkan juga bisa pendarahan berat kalau si ibu kurang gizi. Kita sudah temui banyak kondisi ibu kurang gizi,” kata Robin.

Robin Lim mengisahkan ia tertarik menjadi bidan pada saat adiknya meninggal ketika akan melahirkan anaknya 21 tahun lalu. Padahal adiknya itu memiliki asuransi dan dokter, namun dokternya tidak banyak meluangkan waktu untuk melayani permintaan adiknya. Pada saat adik Ibu Robin meninggal menjelang kelahiran anaknya, ia lalu berpikir untuk menjadi bidan.

“Waktu itu saya berpikir, mungkin saya harus menjadi bidan, agar saya bisa membantu generasi ke depan,” tambah Robin Lim.

Pengalaman adik Ibu Robin itu berbeda dengan kisahnya. Pada saat memiliki anak pertama 35 tahun lalu, Robin Lim mendapatkan dua bidan yang bagus yang memiliki banyak ilmu dan berpraktiknya dengan cinta. “Saya pikir sayang kalau semua ibu tidak bisa dapat itu,” kata Robin.

Robin sendiri mengenal Indonesia sejak usia 8 tahun. Bapaknya yang kerja di pemerintah Amerika tinggal di Indonesia selama satu tahun. Namun ia, adik dan ibunya tinggal di Amerika. Setiap bulan bapaknya mengirim wayang kulit melalui pos ke Amerika. “Sejak saya lihat wayang kulit itulah saya jatuh cinta dengan Indonesia,” ujar Robin.

Namun mengapa Ibu Robin memilih berkiprah mendirikan Yayasan Bumi Sehat di Bali? “Mungkin nasib atau takdir,” jawab Robin sembari tersenyum.

Kini Robin menetap di Indonesia dan merasa bahagia bisa mengabdikan diri bagi generasi muda Indonesia yang lebih baik. “Cucu saya WNI, warga Indonesia. My next generation, my grand-children are Indonesian. Fokus saya masih Indonesia, untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Hingga kini Bumi Sehat telah mencatat keberhasilan memberikan lebih dari 1700 konsultasi kesehatan ibu dan anak dan membantu 600 persalinan setiap tahun. (eh)

Sumber: Vivanews