BNPB: 1.598 Bencana Alam Terjadi di tahun 2011

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2011 mencapai angka 1.598. Jumlah tersebut memang terbilang cukup besar namun lebih kecil ketimbang 2010 dengan jumlah 2.232 kasus.

“Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, puting beliung dan gelombang pasang merupakan jenis bencana yang dominan di Indonesia. Data bencana tahun 2002-2011 menunjukkan bahwa sekitar 89 persen dari total bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011).

Saat ini dikatakan Sutopo, bencana hidrometeorologi terjadi rata-rata hampir 70 persen dari total bencana di Indonesia. Perubahan iklim global, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan bertambahnya jumlah penduduk makin memperbesar ancaman risiko bencana. Bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang besar.

“Pada tahun 2011, bencana di Indonesia terjadi 1.598 kejadian bencana. Data ini masih sementara karena belum seluruhnya data di kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah terkumpul,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah orang meninggal dan hilang mencapai 834 orang. Untuk masyarakat yang mengungsi berjumlah 325.361 orang. Rumah rusak berat 15.166 unit, rusak sedang 3.302 unit dan rusak ringan 41.795 unit.

“Sedangkan bencana geologi seperti gempabumi, tsunami dan gunung meletus masing-masing terjadi 11 kali (0,7 persen), 1 kali (0,06 persen) dan 4 kali (0,2 persen). Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi 5 orang meninggal dan rumah rusak sebanyak 7.251 unit,” paparnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan jumlah kejadian terbanyak adalah banjir yaitu sebanyak 403. Disusul kebakaran 355 kejadian, dan puting beliung 284 kejadian. “Korban jiwa dari kecelakaan transportasi 372 orang meninggal. Sedangkan tanah longsor 192 orang dan banjir 160 orang. Kecelakaan yang dimaksud ini bukan lalu lintas. Sedangkan berdasarkan jumlah orang mengungsi, banjir mencapai 279.523 orang, erupsi gunungapi 9.699 orang, dan banjir dan longsor 9.053 orang,” ujarnya.

Dibandingkan dengan tahun 2010 , jumlah kejadian dan korban serta kerugian yang ditimbulkan bencana lebih kecil. Pada tahun 2010, jumlah kejadian bencana mencapai 2.232 kejadian. Jumlah korban meninggal dan hilang mencapai 2.139 orang, menderita dan mengungsi sekitar 1,7 juta orang dan menimbulkan rumah rusak berat 52.401unit. Bencana banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai dan erupsi Gunung Merapi adalah bencana terbesar pada 2010.

Sumber: Okezone