Nyamuk Penyebab DB Mulai Kebal Fogging

Jakarta, Fogging atau pengasapan masih jadi andalan bagi sebagian warga dalam mengontrol nyamuk demam berdarah. Padahal fogging yang dilakukan sembarangan bisa memicu resistensi atau kekebalan pada nyamuk, seperti yang sudah terjadi di 3 kota yakni Denpasar, Bogor dan Jakarta.

Nyamuk-nyamuk di 3 kota tersebut tidak benar-benar resisten terhadap segala jenis pestisida atau pembasmi nyamuk yang dipakai untuk fogging. Pestisida yang sudah tidak mempan hanya jenis tertentu saja yang memang sering dipakai sembarangan untuk menyemprot nyamuk di lingkungan perumahan.

“Kecenderungan resistensi sudah kami temukan di 3 kota tersebut. Jenis pestisida apa saja yang sudah tidak mempan tidak bisa kami sebutkan, yang jelas masih ada penggantinya,” kata Prof Supratman Sukowati, peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) usai jumpa pers di Kemenkes, Jumat (23/12/2011).

Pemicu resistensi menurut Prof Supratman adalah penggunaan pestisida secara sembarangan, antara lain dengan cara dioplos. Padahal secara teori, pestisida oplosan akan mengalami interaksi kimiawi yang mempercepat terjadinya resistensi pada serangga yang akan dibasmi dalam hal ini nyamuk.

Untuk menghindari terjadinya resistensi terhadap pestisida lain yang masih bisa digunakan, Prof Supratman mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan memakai jasa fogging swasta yang biasanya marak di musim kampanye menjelang pemilu. Pastikan petugasnya sudah bersertifikat, atau gunakan petugas resmi dari dinas kesehatan yang memang ditugaskan untuk melakukan fogging.

Ditambahkan oleh Prof Supratman, fogging sebenarnya tidak termasuk upaya yang paling dianjurkan dalam pengendalian nyamuk demam berdarah. Fogging hanya memberi solusi jangka pendek, sementara upaya yang paling dianjurkan adalah memberantas sarang nyamuk dengan cara menguras, menutup dan mengubur benda-benda yang bisa digenangi air.

Bahkan beberapa kalangan berpendapat, fogging justru membunuh predator alami nyamuk seperti cicak sehingga populasi nyamuk justru meningkat ketika nyamuk yang tersisa mulai berkembang biak. Selain itu, fogging juga hanya membunuh nyamuk yang saat itu dalam kondisi aktif, sementara yang masih beruupa telur dan larva atau jentik tidak ikut mati.

Sumber: Detik