Penyebab Tertinggi Kematian Ibu di Indonesia

Menciptakan generasi sehat berkualitas, tentu saja tak lepas dari kesehatan ibu. Sayangnya, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2007, angka kematian ibu di Indonesia, masih cukup tinggi. Sebanyak 228 kematian ibu dalam 100 ribu kelahiran hidup. Lalu, apa penyebabnya?

“Pendarahan menempati presentase tertinggi atau tempat pertama penyebab kematian ibu, sebesar 28 persen,” kata dr. Kartono Muhhammad, pengamat kesehatan masyarakat yang juga mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam acara bincang-bincang Nutritalk, “Peran Bidan dalam Edukasi Gizi Kurangi Risiko Kematian Ibu” yang diselenggarakan Sari Husada di Jakarta, 8 Desember 2011 .

Anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil, menurut dr. Kartono, jadi penyebab utama terjadinya pendarahan. Termasuk juga infeksi yang merupakan faktor utama pemicu kematian.

Lalu, penyebab kematian ibu melahirkan di Indonesia lainnya adalah kondisi eklamsia. Ini terjadi pada ibu yang memiliki tekanan darah tinggi tidak terkontrol saat menjalani proses persalinan.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, misalnya Malaysia, angka kematian ibu di Indonesia 5,2 kali lebih tinggi. Lalu dibandingkan dengan Thailand, 2,4 kali lebih tinggi. Menurut dr. Kartono angka kematian ibu sebenarnya bisa ditekan secara signifikan dengan melakukan edukasi medis pada masyarakat, melalui bidan-bidan di pelosok desa.

“Berdasarkan data riskesdas 2007, sebanyak 60 persen proses kelahiran di Indonesia ditangani oleh bidan. Mereka ini memiliki peranan penting dalam menekan angka kematian ibu,” kata dr. Kartono.

Pada beberapa wilayah terpencil di Indonesia, keberadaan bidan memang sangat penting, terutama karena jumlah dokter sangat sedikit atau bahkan tidak ada. Bidan bahkan bukan hanya dianggap sebagai tenaga medis, tetapi juga berperan besar dalam menggerakkan lingkungan sosial masyarakat.

www.vivanews.com Dipublikasikan : Kamis, 8 Desember 2011, 16:40 WIB