Gizi Buruk di Tangsel Bertambah

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Banten, mengungkapkan jumlah bayi penderita gizi buruk bertambah.

“Namun, penambahannya hanya lima bayi penderita gizi buruk,” kata Kepala Bidang Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Khairati di Tangerang, Kamis (6/10).

Khairati mengatakan, bertambahnya lima bayi penderita gizi buruk berasal dari Pondok Aren, Benda, Kampung Sawah, Rawa Buntu dan Benda Baru.

Lebih lanjut Khairati menjelaskan, kelima anak tersebut merupakan bayi dengan penyakit penyerta seperti jantung, down syndrome, epilepsy, hingga TBC.

“Saat ini semua bayi penderita gizi buruk termasuk yang lainnya sudah ditangani oleh dinas kesehatan dan dalam proses penyembuhan,” katanya.

Meski demikian, penambahan tersebut tidak terlalu signifikan dan jauh dari target nasional yakni tidak boleh lebih dari lima persen.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, dari bulan januari hingga agustus 2011, penderita gizi buruk mencapai 76 anak.

Sementara saat ini yang sudah lulus atau selesai ditangani 41 anak. sehingga yang tersisa tinggal 10 anak, termasuk lima bayi yang baru.

Sedangkan jumlah balita di Tangerang Selatan mencapai 155.439 balita. Sehingga Tangerang Selatan masih jauh dari gizi buruk.

“Tangsel masih jauh dari gizi buruk secara nasional karena tidak sampai satu persen atau dibawah target nasional,” katanya.

Sementara itu untuk menekan angka penderita gizi buruk, Dinkes Tangsel terus melakukan sosialisasi salah satunya dengan program Inisiasi Menyusui Dini atau IMD yang dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan.

“Program tersebut saat ini sedang kami galakan sebagai penanganan dan solusi dalam menekan bayi terkena gizi buruk,” katanya. (Ant)

Sumber: Sinar Harapan