Persebaran Malaria di Wonosobo Diwaspadai

Wonosobo,CyberNews. Mewaspadai kemungkinan munculnya serangan malaria, Dinas Kesehatan Wonosobo berupaya mengoptimalkan keberadaan petugas juru malaria desa (JMD) yang tersebar di tiap-tiap wilayah. Hal itu dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah penularan penyakit malaria.

Pasalnya, saat peralihan musim seperti sekarang keberadaan malaria relatif besar. Hal itu terutama pada titik-titik tertentu seperti selokan dan lingkungan yang kurang bersih. Serangan Malaria tidak hanya terjadi di perkotaan namun sudah sampai pelosok pedesaan.

Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Junaedi MKes, Sabtu (1/10) mengatakan, keberadaan petugas JMD memiliki peran sangat penting dalam mendeteksi dini munculnya kasus-kasus malaria. Bahkan sebagian besar penderita yang dinyatakan suspect malaria, terbanyak dilaporkan oleh petugas JMD. Bisa dikatakan JMD merupakan ujung tombak dalam penemuan kasus-kasus malaria.

Dalam catatannya, kasus malaria tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir selalu berada pada bulan-bulan menjelang peralihan musim. Kasus malaria terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kalibawang, Wadaslintang, Watumalang, Kaliwiro, Leksono, dan Kepil.

Disebutkan, berdasarkan data Dinkes Wonosobo kasus malaria di Kabupaten Wonosobo relatif tinggi. Pada 2010 lalu kasus malaria mencapai 129 penderita. Sedangkan tahun ini berhasil ditekan. Setidaknya sampai bulan Agustus 2011 kasus malaria hanya 46 penderita.

Deteksi dini atau penemuan penyakit malaria akan sangat berpengaruh terhadap pencegahan terjadinya penularan malaria secara luas. Apalagi berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Wonosobo, penderita malaria terbanyak justru berasal dari luar daerah atau impor dari daerah lain.

( Edy Purnomo / CN34 / JBSM )

Sumber: Suara Merdeka