Hari TB 2011: Universal Akses Bagi Penderita TB

Pada hari ini, Hari TB se-Dunia, WHO meluncurkan laporan baru berjudul “Towards universal access to diagnosis and treatment of multidrug-resistant and extensively drug-resistant tuberculosis by 2015”.

Dalam laporan tersebut, di sampaikan jika di balik kemajuan-kemajuan yang sudah dibuat, respon yang telah diberikan sesungguhnya jauh dari cukup untuk mengantisipasi ancaman MDR-TB yang dihadapi dunia. Dalam dua tahun sejak Deklarasi Beijing – yang disepakati oleh sekitar 27 negara di dunia yang memiliki beban terberat akibat TB – komitmen-komitmen dari beberapa negara masih sangat lambat dan sebagian diantaranya justru terhenti.

Dalam laporan tersebut, WHO menggarisbawahi perlunya negara-negara untuk melaksanakan segala tindakan yang dipandang perlu untuk menangani MDR-TB. Jika tidak, target akses universal pada tahun 2015, sebagaimana telah ditetapkan World Health Assembly (WHA) pada tahun 2009, tidak akan tercapai yang disertai dengan hilangnya ratusan ribu nyawa.

Terhadap 27 negara yang mengalami beban terberat MDR-TB:

  • Pendanaan: Rencana aksi MDR-TB telah ada di hampir 27 negara. Pendanaan mengalami peningkatan dari $0.1 milyar (2009) menjadi $0.5 (2011). Meski demikian, dana yang dibutuhkan untuk mendukung Rencana Global untuk MDR-TB di seluruh dunia pada tahun 2011 ini mencapai $0.9 milyar.
  • Laboratorium: Kapasitas laboratorium telah meningkat, namun baru memenuhi 60% standar yang dibutuhkan.
  • Perawatan: Hanya satu dari 10 pasien MDR-TB yang memiliki akses terhadap perawatan dengan tingkat kesembuhan antara 25% sampai 82%.
  • Obat: Fasilitas Obat Global telah meningkat dua kali lipat dari jumlah produk jadi farmasi untuk TB-MDR dari 11 pada 2008 menjadi 25 pada hari ini.
  • Kapasitas Pengobatan: Jika kapasitas diagnosa meningkat secara substansial dalam beberapa bulan ke depan, ketersediaan obat lini kedua untuk mengobati semua didiagnosis akan menjadi tantangan.
  • Pengendalian infeksi TB: Di banyak negara ini masih pada tahap perencanaan.
  • Surveillance: Mayor kemajuan telah dibuat. Pada pertengahan 2012, semua 27 negara akan memiliki informasi representatif pada resistensi obat.

Di dalam laporan tersebut juga terdapat laporan per-negara, yang mana Indonesia selaku salah-satu negara yang mengalami beban terberat akibat MDR-TB.

Bagi yang berminat menyimak laporan, silakan klik disini.